Sejumlah Poin RUU Omnibus Law Dinilai Rugikan Buruh, Demonstrasi Terus Bergulir

Ratusan Demonstrasi tolak RUU yang digelar rapat paripurna DPR RI beberapa waktu lalu dinilai merugikan buruh

Terkini.id, Aceh Tamiang – Sejumlah poin dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) yang disahkan DPR RI pada Rapat Paripurna dinilai merugikan buruh.

Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi asal Aceh Tamiang, provinsi Aceh melakukan unjukrasa menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja di kantor DPRK Aceh Tamiang JL IR H Juanda Desa Bundar kecamatan Karangbaru kabupaten Aceh Tamiang, Jum’at, 9 September 2020 sekira pukul 10.00 WIB.

Aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Aceh Tamiang hampir kisruh. Pasalnya Pendemo meminta langsung ketua DPRK Aceh Tamiang Suprianto menghadap ke pendemo.

Dengan pengawalan dari personel Polisi dibantu TNI dan Satpol PP, para mahasiswa dan mahasiswi ini menyampaikan kekecewaannya.

Mereka mengaku kecewa dan menolak tegas atas pengesahan UU Cipta Kerja dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 5 Oktober 2020 di gedung DPR, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Mahasiswa yang menggunakan almamater masing-masing kampus membawa sejumlah spanduk serta poster berisi penolakan UU Ciptaker. Ada yang bertuliskan ‘Upah Pekerja Dibayar Perjam, Lo Kira Open BO‘ ada juga ‘ke AKR masih pakek uang rakyat, jangan sok keras’

Setalah kurang lebih 1 jam pendemo didepan Gedung DPRK, pendemo diperbolehkan masuk ke Gedung DPRK untuk menyampaikan orasinya sehingga tidak lama kemudian Ketua DPRK Aceh Tamiang Suprianto hadir didepan hadapan pendemo.

Ketua DPRK Suprianto dan ketua DPRK I Fadlon dan II Muhammad M.Nur menyetujui dan menolak UU Omnibus law dengan menandatangani petisi yang dibawa oleh segerombolan Demonstrasi.

Sehingga setelah pendemo menyampaikan orasinya didalam ruang sidang utama DPRK Aceh Tamiang. Dinyatakan demo selesai pada pukul 12.30 WIB. (M.Irwan)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Jailani : Karang Taruna Aceh Tamiang Sudah Sesuai Legal Prosedur

Direktur RSUD Aceh Tamiang Bantah Tudingan Pihaknya Covidkan Pasien

Sempat Saling Sindir, Bupati Mursil Melakukan Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Garang Kecam Pernyataan Bawa Nama Salah Satu Aliansi Mahasiswa

Nasib Wartawan di Tengah Pandemi Covid-19, 12 Media Akan Menuju ke Banda Aceh

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar