142 Orang di Aceh Tamiang terjaring melanggar Protokol Kesehatan, tidak pakai Masker

Warga saat dimintai keterangan nama dan alamat dengan tim petugas gugus covid-19
warga yang masih belum sadar, tidak menggunakan masker saat keluar rumah akan diberikan sanksi

Terkini.Id, Aceh Tamiang – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat, sebanyak 142 orang terjaring razia, karena tidak menggunakan masker di sejumlah caffe di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Ketua Tim Penindak Pelanggar Prokes Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang dan juga Kasat Pol PP dan WH Aceh Tamiang Drh Asma’i Usman melalui Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Mustafa Kamal mengatakan, dalam sepekan tercatat sebanyak 142 warga yang terjaring razia karena tidak menggunakan masker.

Seperti pagi tadi kita gelar razia masker diwilayah Karangbaru depan Masjid Syuhada pukul 10.00 WIB pelanggar diberikan sanksi sebanyak 126 orang pelanggar.

“Masing-masing mereka terdiri dari kaum laki-laki dan perempuan pelanggar protokoler kesehatan di kenakan sanksi sosial berupa membaca ayat-ayat pendek, menyanyikan lagu wajib kebangsaan serta mengutip sampah,”papar Mustafa Kamis, 16 Oktober 2020 malam.

Dia menjelaskan, pada sore hari tim gugus tugas ada mendapatkan 16 orang melanggar protokol kesehatan, tidak menggunakan masker. 

“Terhadap pemilik Cafe di berikan peringatan dengan menandatangani surat pernyataan untuk mematuhi protokol kesehatan serta di berikan sanksi untuk menutup usahanya selama tiga hari jika terbukti melanggar protokol kesehatan,”tegasnya Mustafa Kamal.

Sementara itu, AKP Syukrif I Panigoro didampingi Wakil Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tamiang Syahri mengatakan, bahwa penertiban masker ini merupakan penerapan dari peraturan Bupati Aceh Tamiang Nomor 30 tahun 2020 tentang peningkatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menggunakan masker terutama di tempat-tempat keramaian, baik di cafe-cafe dan warung dan tempat-tempat lainnya yang ada berkumpulnya masa,”imbunya.

“Bagi pemilik warung yang tidak menerapkan protokoler kesehatan maka akan diberikan peringatan secara tertulis hingga di berikan sanksi untuk tidak membuka usahanya selama 3 hari,”tegas Syukrif.

Begitupun sebaliknya, bagi pengunjung yang tidak menggunakan masker, maka akan di berikan sanksi sosial berupa tindakan membuang sampah dan menyanyikan lagu wajib kebangsaan.

AKP Syukrif I Panigoro menambahkan, Kita bukan mencari kesalahan, tapi Mari kita sama-sama menggunakan masker, bahwasanya di tempat kita semakin hari semakin bertambah penyebaran terpapar positif Covid-19.

‘Maskermu melindungiku dan maskerku melindungimu, dengan izin Allah kita bisa berkumpul dengan keluarga dan bisa menikmati hingga ke akhir hayat’ ungkapan Syukrif.

Menurutnya, dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19, bukan hanya sekadar menggunakan masker, namun aspek lain tak kalah pentingnya adalah menjaga jarak. Dari hasil penyisiran di sejumlah warkop dan cafe, masih banyak yang belum menerapkan pembatasan fisik,”Hal ini berisiko meskipun sudah mengenakan masker tetapi tidak menjaga jarak,” sebutnya (M.Irwan)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Jailani : Karang Taruna Aceh Tamiang Sudah Sesuai Legal Prosedur

Direktur RSUD Aceh Tamiang Bantah Tudingan Pihaknya Covidkan Pasien

Sempat Saling Sindir, Bupati Mursil Melakukan Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Garang Kecam Pernyataan Bawa Nama Salah Satu Aliansi Mahasiswa

Nasib Wartawan di Tengah Pandemi Covid-19, 12 Media Akan Menuju ke Banda Aceh

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar