Tulis Surat Terbuka, Aktivis Aceh Minta Presiden Pertimbangkan Terdahulu Kebijakan Menkeu Sri Mulyani

Aktivis Aceh Chaidir Azhar
Aktivis Aceh Chaidir Azhar kepada Terkini.Id Sabtu, 30 Januari 2021

Terkini.Id, Aceh Tamiang – Rencana pemerintah Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenakan Pajak Penjualan Nilai (PPN) atas pembelian pulsa dan kartu perdana.

Hal tersebut di tanggapi berbagai kalangan termasuk Aktivis ‘Aceh Tamiang Chaidir Azhar, salah seorang Aktivis/ ketua Gerakan aksi rakyat Aceh Tamiang (Garang) , menulis surat terbuka meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertimbangkan kembali ketentuan baru pajak pertambahan nilai (PPN) ketentuan Menkeu Sri Mulyani.

Dalam surat terbukanya yang diterima Terkini.Id, Chaidir Azhar menyebut dirinya mewakili curahan hati jutaan rakyat Indonesia, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang kian bersedih hati dalam menjalani hidup dari hari ke hari.

Lanjutnya, sebagai warga negara yang baik, rakyat selalu setia membayar pajak saat membeli berbagai barang kebutuhan, juga tiap menerima gaji dan upah kerja.

Ini bentuk kontribusi kecintaan kami kepada republik agar bisa membangun berbagai layanan umum dan sosial, yang pada akhirnya akan kami nikmati juga. Insya Allah semoga di periode kedua Pak Presiden, kami optimis bangsa kita akan lebih maju, adil dan makmur sesuai visi Indonesia Maju. “

Ini surat terbuka Aktivis Aceh untuk Presiden RI Bpk Jokowidodo

Kepada ;
Yth : Bapak Ir. H. Joko Widododo  Presiden RI

Dari ; Chaidir Azhar, S.sos ( Koordinator GARANG )
Di _
Aceh Tamiang

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Hormat Teruntuk Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Semoga Bapak selalu Dalam Perlindungan Allah SWT, 

Terlepas Dari pada Sisi positifnya maksud dan tujuan Pemerintah dari informasi Media Yang berkembang seperti Link di Bawah ini : 

https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20210129124818-532-599913/1-februari-sri-mulyani-pungut-pajak-pulsa-dan-kartu-perdana?utm_campaign=cnnsocmed&utm_medium=oa&utm_source=facebook

kiranya Pemerintah dapat mempertimbangkan kembali dengan penuh keprihatinan  dan Rasa keperdulian

Terhadap Para Pelaku Usaha,

Dimana Rakyat Indonesia secara keseluruhan telah masuk zona yang benar-benar kesulitan Ekonomi yang amat sangat sulit, Apalagi ditambah wabah pandemi Covid-19 yang entah sampai kapan berakhirnya .

Disini Saya atas Nama Chaidir Azhar, S.sos Selaku Koordinator Garang ( Gerakan Aksi Rakyat Aceh Tamiang )  Sebagai Warga Negara Indonesia. Ingin
Sumbang saran kepada Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo untuk membuat suatu Tim Gabungan Penindakan Mafia Dari Setiap Wilayah / Daerah Anggaran yang melibatkan :
1. Penegak Hukum
2. Pegiat Anti Korupsi
3. Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM )
4. Dewan Pers
5. Tokoh Agama/Masyarakat
6. Aktivis Mahasiswa / Pemuda

Dengan sejuta harapan dan kepastian dalam Kasus penanganan  lebih cepat untuk mencari indikasi-indikasi Tindakan Penyalahgunaan Anggaran / korupsi bisa cepat langsung diproses diranah hukum Indonesia.

Dengan demikian, Para Pelaku koruptor / Korupsi Para Penguasa tidak diberi ruang sedikit pun untuk melakukan pencucian uang dan menghambur-hamburkan anggaran untuk kepentingan Pribadi dan Sekelompok Yang hanya semata Menyengsarakan Masyarakat.

Karena Semua ini semata-mata untuk menjadikan pemerintahan Indonesia lebih baik , terlepas dari pada semua itu maksud dan tujuan ini, hasil dari uang atau anggaran yang di korupsi bisa diperuntukan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Seluruh Indonesia dari Sabang – Marauke.

Semoga Melalui Tulisan Ini dapat Tersampaikan Kepada Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo,  untuk mempertimbangkan kembali dari Informasi Media yang kini menjadi keresahan di masyarakat. Dan Semoga Tulisan Pesan yang di sampaikan, dapat Menjadi sebuah Masukan saran yang baik untuk kemajuan serta kebaikan Pemerintahan  Republik Indonesia.

Demikian  tulisan  yang saya sampaikan  ini dengan Penuh Harapan, semoga Bapak Presiden RI Ir.H. Jokowi Dodo Diberikan kesehatan, Kekuatan , Kesabaran dalam menjalankan roda Pemerintahan Ini menjadi Lebih Baik dan Menuntaskan Bersih Dari para Pelaku Koruptor / Korupsi di negeri Tercinta Yaitu Negara Republik Indonesia.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kapolres AKBP Ari Lasta Irawan Disuntik Vaksin Kedua

Blusukan ke Sekolah, Satlantas Ajarkan Pelajar Tertib Lalulintas

Kecewa Air PDAM Sering Mati, Warga Terpaksa Beli Air Isi Ulang Untuk Mandi

Unsur Forkopimda, Kapolres Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin COVID-19 di Aceh Tamiang

Dandim Jadi Orang Kedua Disuntik Vaksin COVID-19 di Aceh Tamiang

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar