Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Langsa, dan Kepolisian Resor Aceh Tamiang Amankan 3,3 Juta Batang Rokok Ilegal

Kasatreskrim dan beacukai
Kasatreskrim Polres Aceh Tamiang dan Beacukai Aceh penangkapan jutaan rokok Ilegal

Terkini.id, Langsa – Minggu (11/4) Hari libur tidak menyurutkan semangat pengawasan yang dilakukan oleh petugas Bea Cukai Indonesia sebagai bentuk sinergi antar instansi yang.

dilakukan oleh Kantor Wilayah DJBC Aceh dan KPPBC TMP C Langsa bersama Tim Kepolisian Resor Aceh Tamiang.

Telah dilakukan penindakan terhadap Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) berupa rokok yang tidak dilekati pita cukai (polos) di  Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Berawal dari informasi masyarakat tentang akan adanya pengiriman Hasil Tembakau (HT).

Berupa rokok yang diduga ilegal di Provinsi Aceh, dengan menggunakan sarana pengangkut berupa truk. Selanjutnya tim gabungan melakukan pendalaman informasi, dan akhirnya didapat informasi atas sarana pengangkut truk beserta ciri-cirinya.

Lengkap dengan nomor polisi kendaraan yang mengangkut rokok tersebut. Tim gabungan melakukan penindakan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa hasil tembakau (HT) rokok  yang tidak dilekati pita cukai (polos) merek Luffman jenis Sigaret Putih Mesin (SPM).

Sebanyak 330 (tiga ratus tiga puluh) karton atau sebanyak 3.300.000 (tiga juta tiga ratus ribu) batang. Perkiraan total nilai barang sebanyak Rp5,970,000,000,- (lima miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah), dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebanyak Rp3,623,000,000,- (tiga miliar enam ratus dua puluh tiga juta 
rupiah). 

Atas penindakan tersebut diamankan juga barang bukti berupa 1 (satu) unit sarana pengangkut truk merek Mitsubishi jenis Colt Diesel dan 3 (tiga) orang pelaku. Barang Bukti berupa rokok merek Luffman sebanyak 330 (tiga ratus tiga puluh) karton, 1  (satu) unit truk, dan 3 (tiga) orang pelaku diamankan di Kantor Bea Cukai Langsa untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. 

Adapun dasar hukum dari kegiatan penindakan terhadap Barang Kena Cukai berupa hasil Tembakau jenis rokok Sigaret Putih Mesin tersebut karena merupakan pelanggaran pidana yang diduga melanggar pasal 54 UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai yang 

berbunyi: 
“Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam.

Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.” 

Operasi penindakan ini tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, melainkan upaya nyata Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara. (M.Irwan)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Berburu Tempat Permainan Anak, Ratusan Warga Langgar Prokes

Dilarang Mudik, Masyarakat Memilih Silaturahmi Melalui Video Call

Water Cannon Polres Aceh Tamiang Bantu Padamkan Kobaran Api di Kota Lintang

Delapan Rumah Ludes Terbakar, Jelang Hari Raya Idul Fitri

Nekat Melintasi Perbatasan Untuk Mudik, 22 Orang Diswab Antigen, 1 Reaktif

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar