Gagal Memeras Kadis Perikanan, Mantan Napi Korbankan Istri Mengaku Khalwat

Kantor Pengadilan Mahkamah Syariah kelas II Idi jl. Banda Aceh-Medan KM 381 Gp. Paya Gajah Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur (foto dok)
Kantor Pengadilan Mahkamah Syariah kelas II Idi jl. Banda Aceh-Medan KM 381 Gp. Paya Gajah Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur (foto dok)

Terkini.Id, Aceh TimurPeristiwa pilu menimpa Kepala Dinas non Aktif Perikanan Kabupaten Aceh Timur Syw (57)  akibat pengakuan sepihak berinisal RJ (28)  Istri seorang laki-laki berisial An (37)  disebut-sebut adalah mantan Narapidana Kejahatan Penyalahgunaan Narkotika berdasarkan putusan PN Idi nomor:122/PID.B/2013/PN.IDI.

Menurut keterangan warga bahwa An dan RJ telah beberapa kali bercerai,  diduga akibat himpitan ekonomi  An memamfaatkan istrinya RJ untuk mengaku telah melakukan perbuatan asusila ikhtilat-Khalwat (mesum) dengan Syw, sebagai modus untuk memeras Syw, diduga karena  tidak tercapai tujuan pemerasan,  Syw dilaporkan ke Satpol PP dan WH Aceh Timur.

Untuk diproses hukum pidana Jinayat, Pengakuan perbuatan  tindak Pidana Asusila  mulai tahun 2018 – 2019,  RJ mengakui kepada An  pada april 2020  dan  An membuat laporan delik aduan model B kepada PPNS Satpol PP dan WH Aceh Timur  pada mei 2020, janggal dan aneh,  dibalut dengan tindak Pidana Percobaan Pemerasan, fitnah, pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter.

Awak Media melakukan Investigasi khusus  terkait informasi kisruh yang meresahkan masyarakat, setelah diikuti dan cermati perkembangan kasus dugaan ilkhtilat dan khalwat yang  dilibatkan salah seorang Kepala Dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berinisial Syw, maka yang muncul kepermukaan adalah adanya  unsur dugaan tidak pidana pemerasan yang ditujukan kepada Syw, dengan cara memamfaatkan RJ untuk mengakui telah melakukan perbuatan tindak pidana Jinayat Ikhtilat dan Khalwat (Khalwat Meusum).

“Kami mengikuti secara konsisten perkara yang sedang viral dan memojokkan Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur berinisal Syw,  jelas terlihat  peran berbagai pihak untuk mengkondisikan  Syw, peran dari pelaku berisial An sebagai Pelapor, diduga kecewa  karena gagal mendapat uang dari Syw  dengan modus perdamaian.

“Kemudian  peran dari  RJ patut diduga, karena termakan  bujuk rayu dan tekanan dari An untuk mengakui telah melakukan Ikhtilat dan Khalwat bersama Syw, peran pihak profesi profesional sebagai aktor intlektual berhaluan kiri untuk mengatur strategi, mempresur aparat penegak hukum dan membangun opini buruk melalui pemberitaan media.

“Yang meresahkan masyarakat untuk mengirirng perkara tersebut sampai ke Pengadilan, untuk menjatuhkan dan membunuh karakter  Syw sebagai pejabat kepala Dinas perikanan dan berstatus sosial  orang terpandang dilingkungannya berdomisili,” Ungkap  Tgk. Zulkifli Musi  Aktivis Penegak Syariat Islam (14/4/2021) kepada wartawan.

Hasil Investigasi Wartawan ketempat kejadian Perkara di Gampong Alue Abu Tuha  Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur, masyarakat yang bertempat tinggal dilokasi menyebutkan  tidak mungkin  peristiwa tindak Pidana Ikhtilat dan Khalwat yang telah telah berkembang meluas  melibatkan Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur Syw.

Jikapun telah terjadi tindak pidana iktilat dan khalwat, mungkin saja RJ  melakukan dengan orang lain  dan kalau  kemudian  sengaja mengaku berbuat dengan  Syw  itu sebagai kambing hitam saja, kami yakin begitu. Keterangan para warga secara polos kepada wartawan.

Secara Terpisah wartawan melakukan konfirmasi langsung dengan Syw yang sudah ditetapkan sebagai Terdakwa di Mahkmah Syari’ah Idi,  membenarkan bahwa dirinya telah difitnah dan diperas dengan modus uang Perdamaian melalui utusan Pelapor yaitu berinisal An mantan Napi Penyalahgunaan Narkoba, pertama kali pada  pertengahan tahun 2020 dimintai uang Rp. 200 juta, karena tidak dipenuhi turun menjadi Rp. 100 juta,  tidak dipenuhi turun menjadi Rp. 40 juta dan tetap tidak dipenuhi, karena saya tidak berbuat, tidak mungkin saya bersedia menyerahkan uang, jika mereka terhimpit ekonomi, kenapa saya yang dikorbankan, keluh  Syw..

“memang selama ini saya memilih  diam untuk menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, tapi setelah saya lihat perkembangan, kejaliman ini semakin menjadi-jadi, maka harus  dilawan, Aparat Penegak Hukum PPNS Satpol PP dan WH Aceh Timur wajib melindungi Pejabat yang diperas, jangan asal menerima pengaduan, harus dicek dulu kebenaran dilapangan, kalau benar saya ada melakukan seperti yang dituduhkan oleh An.

Mantan napi Penyalahgunaan Narkoba atas pengakuan Istrinya RJ yang telah dicerai berkali-kali, membuat pengakuan telah bermesraan ihktilat dan khalawat dengan saya dalam rentang waktu setahun yaitu dari tahun 2018-2019, maka secara logika tidak mungkin orang kampung tidak tahu dan diam saja, pastilah saya ditangkap dan digiring ke Meunasah untuk ditegakkan hukum adat.

Semoga tidak adalagi pejabat di Kabupaten Aceh Timur dikorbankan seperti nasib yang menimpa saya dan fitnah-fitnah murahan  seperti ini harus dijauhkan, pihak mereka berupaya memeras saya meminta barter Rp. 200 juta dan turun menjadi 40 juta, tetapi saya tetap tidak mengabulkannya karena saya tidak berbuat seperti yang dituduhkan.

Saya duga akibat kecewa kerena  gagal memeras saya,  maka mantan napi itu korbankan Istrinya untuk membuat pengakuan seolah-olah telah berbuat meusum dengan saya” sambung Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur Syw  menutup pembicaraan.

Zulkifli Musi Aktivis Penegak Syariat Islam menambahkan bahwa, patut diduga situasi ini sengaja diciptakan untuk memeras pejabat untuk  mendapatkan uang dan menjatuhkan serta merusak nama baiknya, diduga  Kondisi ini sengaja direkayasa dan dibesar-besarkan baik melalui media online maupun lainnya, karena faktor kekecewaan, gagal mendapatkan uang dari Syw dengan cara memeras, perkara ini sedang bergulir di Pengadilan Mahkamah Syari’ah Idi Kabupaten Aceh Timur. (TIM)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Dilarang Mudik, Masyarakat Memilih Silaturahmi Melalui Video Call

Water Cannon Polres Aceh Tamiang Bantu Padamkan Kobaran Api di Kota Lintang

Delapan Rumah Ludes Terbakar, Jelang Hari Raya Idul Fitri

Nekat Melintasi Perbatasan Untuk Mudik, 22 Orang Diswab Antigen, 1 Reaktif

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Aceh Tamiang Tembus Rp 150 Ribu Per Kg

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar