Beacukai Langsa Engan Ketemu Insan Pers Guna Konfirmasi Perkembangan Penangkapan Rokok Ilegal, Diduga ?

Wartawa. Aceh tamiang konfirmasi beacukai
Rekan media asal Aceh Tamiang, melakukan konfirmasi ulang terkait Perkembangan penangkapan Rokok Ilegal dikantor : ('Beacukai Langsa' )

Terkini.Id, Langsa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), DJBC Aceh dan Kepolisian Resor Polres Aceh Tamiang mengungkap kasus rokok ilegal asal Jambi menuju Aceh beberapa waktu lalu.

Selanjutnya truk beserta rokok Ilegal dan pelaku diserahkan ke Bea Cukai (BC) Langsa provinsi Aceh. Guna untuk ditindak lanjuti oleh pihak beacukai .

Setelah dikembangkan kejadian itu Tim Beacukai gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa hasil tembakau (HT) rokok  yang tidak dilekati pita cukai (polos) merek Luffman jenis Sigaret Putih Mesin (SPM).

Sebanyak 330 (tiga ratus tiga puluh) karton atau sebanyak 3.300.000 (tiga juta tiga ratus ribu) batang. Perkiraan total nilai barang sebanyak Rp5,970,000,000,- (lima miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah), dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebanyak Rp3,623,000,000,- (tiga miliar enam ratus dua puluh tiga juta 
rupiah). 

Atas penindakan tersebut diamankan juga barang bukti berupa 1 (satu) unit sarana pengangkut truk merek Mitsubishi jenis Colt Diesel dan 3 (tiga) orang pelaku.

Barang Bukti berupa rokok merek Luffman sebanyak 330 (tiga ratus tiga puluh) karton, 1 (satu) unit truk, dan 3 (tiga) orang pelaku diamankan di Kantor Bea Cukai Langsa untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. 

Adapun dasar hukum dari kegiatan penindakan terhadap Barang Kena Cukai berupa hasil Tembakau jenis rokok Sigaret Putih Mesin tersebut karena merupakan pelanggaran pidana yang diduga melanggar pasal 54 UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai yang.

berbunyi: 
“Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam.

Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.” 

Dari hasil penangkapan tersebut tim rekan media mau melakukan konfirmasi ulang ke kantor Beacukai (BC) Langsa guna memberitakan perkembangan hasil penelitian Beacukai Aceh.

Sayang pimpinan Bea Cukai Langsa tidak berada di tempat, menurut Rendy. A.P. staf Pelaksana dirinya hanya memberikan salinan siaran Pers dari Iwan Kurniawan, selaku (Kepala seksi kepatuhan internal dan Penyuluhan).

Dalam siaran persnya ia menyampaikan, benar telah dilakukan penangkapan terhadap tiga orang tersangka menggunakan truk membawa Rokok merk Luffman sebanyak 330 (tiga ratus tiga puluh) karton,”jelasnya.

Padahal, tim rekan media sudah mengetahui saat penangkapan tersebut di Aceh Tamiang. Rekan media ingin konfirmasi secara langsung ke pimpinan dan ingin memfoto mobil dan/atau rokok Ilegal hasil tangkapan beberapa waktu lalu.

Informasi dihimpun mobil tangkapan tersebut tidak lagi berada di kantor Beacukai Langsa. Untuk membenarkan hal tersebut makanya tim media ingin memastikan untuk pemberitaan.

Dalam hal ini media Terkini.Id belum mendapatkan berita resmi dari kantor Beacukai Langsa. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp kantor Beacukai Langsa tidak menjawab pertanyaan Jurnalis Terkini.Id (M.Irwan)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Berburu Tempat Permainan Anak, Ratusan Warga Langgar Prokes

Dilarang Mudik, Masyarakat Memilih Silaturahmi Melalui Video Call

Water Cannon Polres Aceh Tamiang Bantu Padamkan Kobaran Api di Kota Lintang

Delapan Rumah Ludes Terbakar, Jelang Hari Raya Idul Fitri

Nekat Melintasi Perbatasan Untuk Mudik, 22 Orang Diswab Antigen, 1 Reaktif

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar