Dilarang Mudik, Masyarakat Memilih Silaturahmi Melalui Video Call

Terkini.Id – ACEH TAMIANG – Larangan mudik yang di keluarkan oleh pemerintah saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau Lebaran 2021 Masehi .

Dipastikan akan mendorong masyarakat memanfaatkan silaturahmi virtual. Masyarakat akan melakukan silaturahim melalui layanan video call dan video conference.

Mudik saat lebaran merupakan momen yang sangat penting bagi mereka yang rindu akan kampung halaman.

Apalagi bagi warga perantauan, pulang kampung menjadi kesempatan untuk bertemu keluarga dan sanak saudara.

Namun kesempatan itu sangat jauh dari harapan Siti Ana, warga Mandailing Natal yang sudah lama tidak pulang ke kampung halaman.

Terlihat di foto Siti bersama anak-anak Video call dengan keluarga dikampung halaman.

Siti yang memiliki suami asli orang Aceh ini sudah lama tidak memeluk sang ibu padahal sang ibu sudah tinggal sendirian di rumahnya di kampung halaman Mandailing Natal.

Ia pun lebih memilih bersilaturahmi lewat video call dan meminta maaf Lahir dan Batin bersama ibunya yang sudah berusia 70 tahun. Guna mencegah penyebaran virus corona (COVID-19).

Diakui hal ini sudah kedua kalinya dilakukannya sejak lebaran tahun lalu.

Semua lantaran pandemi tak kunjung berakhir, ditambah lagi adanya larangan mudik dari pemerintah membuatnya harus mematuhi.

“Mau tak mau harus menunda untuk mudik, makanya saya dan keluarga janjian untuk video call, supaya suasana tetap terasa sambil menanyakan kabar,” ucap Siti dengan bersedih Sabtu, 15 Mei 2021.

Bersilaturahmi lewat video call di tengah pandemi dinilai Siti lebih baik dan aman.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudik untuk kesehatan bersama.

“Mari jaga kesehatan, pandemi ini sangatlah berbahaya sayangi keluarga saudara dan sahabat kita, untuk itu silaturahmilah melalui Video Call guna mencegah penyebaran Virus Corona,” cetus Siti.

Ditambahnya,” Saya juga Video call dengan kakak kandung saya Isma Yuni di Pekanbaru saya nanya kabar. Alhamdulillah kakak saya juga tidak pulang kampung ke Mandailing Natal karena dilarang mudik. Kami cuma kirim THR aja untuk umak kami dikampung,” jelasnya.

Video call menurut Siti bersilaturahmi lebih baik dan aman. Guna memutuskan mata rantai penyebaran virus corona ‘Larangan Mudik’ 2021

MELALUI TELEPON SELULER SITI HUBUNGI UMAK DI KAMPUNG

Umak maafkan ambo, ala dua tahun kito indak batamu maafkan ambo indak bisa mamaluak dan mencium tangan umak secara langsung.

Semoga di tahun depan ambo dan anak-anak bisa pulang ke kampuang halaman. Semoga umak selalu diberikan kesehatan umur panjang dan selalu dalam lindungan Allah SWT Amin.

Sambil meneteskan air mata,” Ambo sayang umak, ambo sangat taragak samo umak. Demi menjago kesehatan untuk memutuskan mata penyebaran virus corona (COVID-19) umak jangan keluar rumah yo, cukuik dirumah karena virus corona sangat berbahayo.

“Semoga kito selalu dalam lindungan Allah SWT. I Love u Umak,” papar Siti saat Video Call bersama Umak di kampung halaman.

Virus corona : Mengapa orang perlu bekerja di rumah saat pandemi Covid-19

Di seluruh dunia, jutaan orang telah meninggalkan kantor mereka menyusul instruksi pemerintah agar karyawan bekerja dari rumah.

Langkah-langkah ini merupakan upaya untuk menahan penyebaran virus corona. Pekerja dianggap lebih aman jika mereka terisolasi di rumah mereka dan hal ini dianggap dapat memperlambat penyebaran Covid-19.

Melarang pekerja datang ke kantor bukan hanya tindakan pencegahan. Kantor telah dan merupakan, situs utama untuk penyebaran virus dan bakteri.

Anda mungkin terbiasa dengan siklus seperti ini. Satu orang akan tiba di kantor, bersin, batuk dan akan menularkan virus apa pun yang mereka miliki, kepada kolega mereka. Dan siklus akan berlanjut.

Para peneliti telah menunjukkan bahwa kuman, virus, dan bakteri menyebar dengan mudah di kantor. Krissi Hewitt, direktur penelitian kelembagaan dan inisiatif strategis di Sekolah Sains dan Matematika Carolina Utara, telah meneliti keragaman kehidupan mikroba di kantor.

Kapolda Aceh, Kebijakan Pemerintah : Warga Diharapkan Patuhi Protokol Kesehatan dan Larangan Mudik

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada mengingatkan masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi, karena bertujuan untuk mencegah lonjakan penyebaran COVID-19.

“Kebijakan pemerintah melarang mudik bertujuan mencegah penyebaran COVID-19. Karena itu, kami mengajak masyarakat mematuhi kebijakan pemerintah tersebut,” kata Irjen Pol Wahyu Widada.

Didampingi Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Irjen Pol Wahyu Widada mengatakan kepolisian bersama pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya melaksanakan kebijakan pemerintah tersebut.

Saat ini, kata Irjen Pol Wahyu Widada, kepolisian sedang melaksanakan operasi pengamanan Lebaran. Dalam operasi tersebut juga dilakukan pencegahan masyarakat mudik Lebaran.

“Masyarakat yang tetap nekat mudik, petugas akan memerintahkan putar balik kendaraan, kecuali kendaraan seperti truk yang membawa kebutuhan pokok, bahan bakar minyak, dan ambulance,” kata Irjen Pol Wahyu Widada saat konferensi pers di perbatasan Aceh.

Selain itu, kendaraan yang diperbolehkan untuk perjalanan dinas dengan catatan membawa surat tugas serta melampirkan surat bebas COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan antigen.

“Selain tidak mudik, kami juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti selalu memakai masker, menjaga jarak, serta tidak berkerumunan,” tegas Irjen Pol Wahyu Widada.

Kapan Virus Corona Akan Berakhir, Benarkah Pandemi Covid-19 Berakhir 2022

Kapan pandemi ini berakhir? Kapan kita bisa belanja di mal dengan tenang, atau traveling dengan nyaman? Kapan kita bisa lepas masker saat ke luar rumah? Mungkin ini pertanyaan yang pernah terlintas pada semua orang.

Kita sudah mulai ‘gerah’ dan tak betah hanya berdiam diri di rumah. Rasanya juga sudah mulai bosan selalu mengenakan masker kemana-mana. 

Namun, kira-kira, benarkah pandemi ini akan berakhir dengan segera? Keraguan ini selalu muncul ketika ada kasus baru Covid-19 di berbagai belahan dunia. Tak hanya itu, munculnya varian baru virus corona juga membuat kita makin resah.

Meski begitu, ada beberapa pernyataan dari para pakar yang setidaknya membuat kita sedikit gembira terkait pandemi. Beberapa di antaranya menyampaikan pesan optimistis bagi dunia.

Belum lama ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa pandemi akan berakhir di awal 2022. Skenario buruk dari Covid-19 di dunia dianggap sudah berlalu. 

WHO meyakinkan bahwa penyebaran virus Covid-19 jauh lebih mudah dikelola dari sebelumnya. Sebab, informasi terkait Covid-19 sudah banyak tersebar, termasuk penelitian.

Memang, kita manusia tidak akan tahu akhir cerita dari pandemi. Tetapi setidaknya pembatasan tidak diperlukan lagi. Bagaimanapun juga, virus-virus akan tetap ada. 

WHO juga menyampaikan bahwa mutasi pada virus adalah hal yang normal. Bahkan, virus dengan ‘pintar’ beradaptasi dengan orang yang sudah terinfeksi. 

Beberapa klaim menyebutkan bahwa vaksin yang ada saat ini mungkin saja tak mempan melawan mutasi-mutasi dari corona. Namun, WHO mengatakan bahwa vaksin bisa diubah sesuai dengan mutasi apabila diperlukan. (M.Irwan)

Bagikan